Kebiasaan Unik Guru di Berbagai Negara yang Jarang Diketahui

Mediascanter.id – Kebiasaan unik guru di berbagai negara sering kali mengejutkan banyak orang. Setiap sistem pendidikan membentuk karakter guru yang berbeda, baik dari cara mengajar, berinteraksi dengan siswa, hingga tradisi di dalam kelas.
Melalui kebiasaan tersebut, guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menanamkan nilai budaya, disiplin, dan sikap hidup kepada siswa. Oleh karena itu, kebiasaan guru menjadi bagian penting dari kualitas pendidikan.
1. Guru Membersihkan Kelas Bersama Siswa di Jepang
Di Jepang, guru membiasakan diri membersihkan kelas bersama siswa setiap hari. Mereka menyapu lantai, mengelap meja, dan merapikan ruang belajar tanpa bantuan petugas kebersihan.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan. Guru memberi contoh langsung sehingga siswa menghargai lingkungan belajar mereka.
2. Guru Mengajar Tanpa Buku di Finlandia
Banyak guru di Finlandia mengajar tanpa bergantung pada buku teks. Mereka menyusun materi sendiri sesuai kebutuhan dan minat siswa. Dengan metode ini, guru mendorong diskusi aktif dan berpikir kritis. Maka dari itu, proses belajar terasa lebih fleksibel dan tidak kaku.
3. Guru Memulai Kelas dengan Cerita di Afrika
Di beberapa negara Afrika, guru memulai pelajaran dengan cerita rakyat atau dongeng lokal. Cerita tersebut berkaitan dengan nilai moral atau topik pelajaran. Pendekatan ini membantu siswa fokus sejak awal. Selain itu, budaya lisan tetap terjaga melalui kegiatan belajar.
4. Guru Mengajak Siswa Berdiskusi Santai di Belanda
Guru di Belanda sering mengajar dengan suasana santai. Mereka membuka ruang diskusi dan mendorong siswa menyampaikan pendapat tanpa rasa takut.
Hubungan guru dan siswa terasa setara. Dengan cara ini, siswa belajar menghargai perbedaan pandangan sejak dini.
5. Guru Memberi Waktu Refleksi di Korea Selatan
Di Korea Selatan, beberapa guru menyediakan waktu refleksi setelah pelajaran. Siswa menuliskan hal yang mereka pahami dan kesulitan yang mereka alami.
Guru kemudian menggunakan catatan tersebut untuk memperbaiki metode mengajar. Pendekatan ini meningkatkan efektivitas pembelajaran.
6. Guru Menggunakan Bahasa Tubuh Aktif di Italia
Guru di Italia dikenal ekspresif saat mengajar. Mereka menggunakan gerakan tangan dan ekspresi wajah untuk menjelaskan materi. Kebiasaan ini membuat pelajaran lebih hidup. Siswa lebih mudah memahami konsep yang kompleks.
Kebiasaan unik guru di berbagai negara menunjukkan bahwa peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter. Jadi, setiap kebiasaan mencerminkan nilai budaya dan filosofi pendidikan masing-masing negara. Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat melihat bahwa pendidikan memiliki banyak wajah dan pendekatan.